Mari Bertumbuh Bersama: "Muda Berkelana, Tua Bercerita"
Mengutip quote salah seorang Pahlawan Bangsa, Sutan Sjahrir, "Hidup yang tidak dipertaruhkan tidak akan pernah dimenangkan."
Saya sangat setuju dengan persepsi beliau. Berada pada zona nyaman terlalu lama sama saja dengan mematikan diri secara perlahan, terlalu membatasi pergaulan malah membuat kita tak punya kawan, dan yang paling mengenaskan ialah kita tak punya apa-apa untuk dibanggakan.
Saya paham, soal kecemasan dan kebimbangan dalam setiap pengambilan keputusan. Berada pada ambang kecemasan memang sangat memuakkan, memilih antara maju atau mundur. Setiap kali hendak berjalan mundur dan abai pada kesempatan yang datang, selalu teringat kata salah seorang guru saya, kesempatan adalah emas.
Haha, karena kata-kata itu, saya pernah terjebak pada masa di mana saya selalu berkata "iya" pada apa pun. Dalam pikiran saya pada saat itu, mumpung ada kesempatan dan ketidakyakinan kesempatan itu bakal datang lagi, saya melakukan semuanya dalam waktu bersamaan. Menyesal? Tentu. Menangis? Setiap saat. Ingin menyerah? Setiap hari.
Saya merasa dibodohi kala itu, bagaimana tidak berpikir seperti itu? Semua tugas dibebankan kepada saya. Huh, jika diingat-ingat kembali, rasanya pengen sekali berkata "tidak" meski cuman sekali. Pikir saya, masa muda hanya dipenuhi dengan pembebanan tanggung jawab yang harusnya dibagi sama rata dengan anggota yang lain, malah justru dibebankan kepada saya. Sungguh tidak adil, batin saya berulangkali.
Tapi saya baru menyadari beberapa tahun setelahnya, ternyata banyak hal yang didapat dari setiap kejadian di masa lalu. Banyak hal yang mengubah saya dari yang awalnya tidak tahu menjadi tahu, tidak bisa menjadi bisa, tidak berpengalaman jadi sedikit punya pengalaman. Jika saya tidak mengambil kesempatan itu, mungkin saya tidak akan menjadi seperti yang sekarang.
Perlahan, saya mengubah arah pandangan saya. Mencoba melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain. Saya menemukan jawabannya, "Muda Berkelana, Tua Bercerita".
Sejenak sembari mengorek memori beberapa tahun silam di mana saya dipertemukan dengan kawan sebangku saat SMK, saya mengingat betapa mata itu berbinar kala menceritakan pengalaman organisasi yang pernah dilaluinya. Tak sampai di situ, saya pernah mengenal sesosok teman yang membuat saya begitu kagum dengan keberaniannya mencoba semua hal tanpa memikirkan resiko yang akan ditemuinya di depan.
Tersenyum simpul, saya sadar belum bisa sehebat mereka dan kini saya memiliki alasan untuk bertumbuh bersama dengan mereka meski dengan jalan yang berbeda. Mereka telah membangkitkan rasa semangat saya untuk berkelana, mengais pengalaman sebanyak-banyaknya di waktu muda, menjelajahi tempat-tempat yang belum pernah dikunjungi, mencoba makanan enak di luar sana, menjunjung tinggi derajat orang tua, dan masih banyak orang baik yang belum ditemui.
Saya akan berusaha mengambil kesempatan apa pun yang datang, selama kesempatan itu baik untuk diri. Saya akan berusaha tidak takut mengambil resiko, sebab sejatinya setiap hal pasti memiliki resiko dan yang perlu diingat ialah resiko akan selalu sepadan dengan hasil. Urusan berhasil atau gagalnya itu urusan nanti yang paling penting adalah berani mencoba.
Mari mengisi waktu muda dengan hal-hal baik, agar kelak ketika badan sudah tak kuat lagi mewujudkan impian, kita bisa membuka memori lama untuk dikenang kembali dan menciptakan inspirasi pada orang-orang di sekitar.
Terima kasih telah bersedia membaca sampai akhir, salam hangat untukmu.
Komentar
Posting Komentar